Kenali Ilmu Penyakit Dalam Sejak Dini

Tak semua penyakit yang kita alami bisa sepenuhnya ditangain oleh dokter umum. Artinya, ada beberapa penyakit yang memang memerlukan dan hanya bisa ditangani oleh dokter khusus dibidangnya. Salah satunya penyakit dalam yang memerlukan penanganan dan pengobatan dari dokter khusus spesialis penyakit dalam.

Mungkin saja sampai saat ini anda belum mengenal lebih jauh apa yang dimaksud dengan penyakit dalam dan apa saja contoh-contoh penyakit dalam yang memerlukan penanganan dokter spesialis penyakit dalam. Simak selengkapnya dibawah ini!

Internal medicine atau yang lebih dikenal dengan ilmu penyakit dalam adalah spesialis medis untuk diagnosis, perawatan dan pencegahan penyakit. Kondisi medis atau penyakit yang termasuk ke dalam spesialisasi medis penyakit dalam akan ditangani oleh seorang dokter spesialis penyakit dalam, atau biasa disebut dengan internist.

Dirangkum tim indoartikel dari berbagai sumber, berikut ulasan tentang ilmu penyakit dalam didalam dunia ilmu kedokteran.

Lebih Dekat Dengan Dokter Penyakit Dalam

Internist atau yang lebih dikenal dokter penyakit dalam tentu berbeda dengan dokter umum dalam ilmunya. Dokter penyakit dalam lebih dapat mengobati dan menangani berbagai macam keluhan terkait organ dalam tubuh.

Dokter spesialis penyakit dalam akan memiliki gelar SpPD (spesiali penyakit dalam). Hal ini menandakan bahwa dokter ini telah berhasil menempuh dan menyelesaikan program pendidikan spesialis ilmu penyakit dalam.

Dokter spesialis penyakit dalam ini mampu memberikan rujukan serta merekomendasikan pasien kepada dokter subspesialis penyakit dalam untuk kasus-kasus tertentu. Dokter spesialis ini nantinya juga bertugas untuk mengawasi dan memantau perawatan setelah melalui proses pemeriksaan khusus.

Peran dan Tugas Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Berikut beberapa peran dan tugas seorang dokter spesialis penyakit dalam:

  • Mendiagnosis dan menangani penyakit pada orang dewasa dan lansia, baik akut maupun kronis, melalui tindakan nonbedah.
  • Memberikan rekomendasi perawatan penyakit yang diderita pasien dewasa dan lansia.
  • Memberikan pemahaman tentang kesehatan secara umum kepada pasien, mencakup cara menjaga kesehatan dan pencegahan penyakit.

Penyakit Dalam yang Membutuhkan Dokter Spesialis

Berikut ini ada beberapa penyakit yang bisa ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam. Kalau kamu memiliki salah satu penyakit di bawah ini, sebaiknya langsung saja memeriksanya ke dokter spesialis. Ini penyakit yang umum ditemui dan tergolong serius, berdasarkan bidang disiplin ilmu penyakit dalam:

1. Alergi Imunologi Klinik

Penyakit ini berhubungan dengan sistem kekebalan (imunitas) tubuh dan interpretasi pemeriksaan penunjang laboratorium seperti darah, serum atau plasma, urin, struktur jaringan, maupun proses fisiologis tubuh.

Pemeriksaan penunjang diperlukan untuk mendiagnosis dan menangani penyakit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Contoh penyakitnya adalah asma, rhinitis alergi, biduran, alergi makanan, penyakit imunologi paru, reaksi transpalntasi organ, dan lain sebagainya.

2. Gastroentero-Hepatologi

Berhubungan dengan sistem pencernaan dan organ hati. Termasuk dalam mengobati dan mencegah gangguan pankreas, kantong empedu, kerongkongan, perut, usus halus, dan usus besar. Contoh penyakitnya adalah hepatitis, kanker pada saluran cerna dan hati, dan lain sebagainya.

3. Geriatri

Ini berhubungan dengan diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit pada lansia, terutama yang berkaitan dengan proses penuaan. Contoh penyakitnya adalah, demensia, malnutrisi, diabetes tipe 2, osteoarthritis, dan lain sebagainya.

4. Ginjal Hipertensi

Ini berhubungan yang melibatkan gangguan ginjal, tekanan darah tinggi yang tidak terkendali, atau masalah tekanan darah yang lebih kompleks. Contoh penyakitnya adalah gagal ginjal akut maupun kronis, sindroma nefrotik, dan batu saluran kemih.

5. Hematologi-Onkologi Medik

Hal ini berhubungan dengan diagnosis dan pencegahan penyakit darah (hematologi) dan kanker (onkologi). Termasuk penyakit seperti anemia, hemofilia, leukemia, limfoma, dan kanker.

6. Kardiologi

Hal ini berhubungan dengan gangguan organ jantung. Contoh penyakitnya adalah gagal jantung, penyakit jantung coroner, penyakit katup jantung, aritmia, dan penyakit jantung rematik.

7. Metabolik-Endokrin

Hal ini berhubungan dengan gangguan metabolisme seperti proses biokimia serta kerja hormon-hormon dalam tubuh. Contoh penyakit ini adalah diabetes, tiroid, dan ketoasidosis diabetikum.

8. Pulmonologi

Hal ini berhubungan dengan diagnosis dan pengobatan gangguan sistem pernapasan seperti asma, bronkitis, emfisema, dan penyakit paru interstisial.

9. Reumatologi

Hal ini berhubungan dengan evaluasi dan pengobatan non-bedah seperti penyakit rematik pada jaringan penghubung tubuh, misalnya sendi. Contoh penyakitnya seperti osteoporosis, lupus, dan lain sebagainya.

10. Psikosomatik

Dokter spesialis penyakit dalam ini menangani berbagai gangguan psikosomatik, seperti gangguan kecemasan, gangguan panic, sindrom kelelahan kronik, gangguan tidur, tension headache, disfungsi ereksi dan disfungsi seksual psikogenik, dan nyeri atau gangguan fungsi tubuh terkait gangguan psikologis.

11. Penyakit Tropik-Infeksi

Fokus menangani penyakit infeksi menular, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit serta memberikan obat pencegahan.

Beberapa penyakit yang dokter spesialis tangani adalah sepsis, demam berdarah dengue, chikungunya, rubella, toksoplasmosis, rabies, malaria, infeksi cacing, filariasis, infeksi jamur sistemik, demam tifoid, tetanus, antraks, keracunan makanan karena infeksi, dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *