7 Senjata Tradisional Indonesia untuk Mengalahkan Penjajah

Kali ini Indoartikel akan mengajak anda untuk berbicara mengenai masa ketika Indonesia dijajah oleh para penjajah. Peristiwa ini tentu sudah terjadi bertahun – tahun yang lalu ya. Namun, masih lekat diingatkan kita semua bahwa ketika itu para pahlawan dan juga masyarakat mengalahkan oleh penjajah.

Bukan dengan menggunakan senjata api, justru pahlawan dan masyarakat Indonesia menggunakan beragam senjata tradisional lho. Senjata apa saja ya yang digunakan oleh mereka?

1. Rencong

Yang pertama adalah Rencong. Rencong merupakan senjata dari Aceh yang memiliki bentuk menyerupai pisau. Namun, senjata ini lebih pendek dibandingkan pisau biasa. Selain itu, bentuk pegangannya juga unik dengan bentuk melengkung seperti huruf C. Di Aceh, senjata ini menunjukkan sisi maskulin dari pemilik atau orang yang menggunakannya. Pada masa penjajahan dulu, masyarakat menggunaan Rencong untuk mengusir para penjajah. Di lain sisi, senjata ini juga menjadi salah satu benda yang disakralkan karena merupakan warisan dari nenek moyang.

2. Keris

Keris merupakan salah satu senjata kebanggan masyarakat Jawa dan Yogyakarta. Keris memiliki bentuk seperti pisah namun disimpan dalam sebuah tempat khusus yang biasanya diukir dengan sangat indah. Dahulu, senjata ini juga digunakan untuk menghalau penjajah. Biasanya, masyarakat Jawa dan DIY meletakkan keris di bagian pinggang mereka. Sebagai informasi, keris adalah symbol dari kehormatan dan juga keberanian. 

3. Badik

Senjata tradisional ketiga yang seringkali digunakan untuk membantu mengusir penjajah di jaman dulu adalah Badik. Sebagai informasi, Badik adalah senjata tradisional dari Sulawesi yang seringkali digunakan oleh masyarakat Bugis – Makassar. Jika diperhatikan, bentuk badik ini sangat kokoh seperti layaknya pisau yang berukuran pendek. Jika dilihat, bentuknya pun hampir sama seperti rencong. Badik pun memiliki sejarah yang sangat panjang yakni dari awal mula kerajaan Sulawesi. Dahulu Badik memang seringkali digunakan untuk melindungi diri sendiri dalam sebuah peperangan. 

4. Kujang

Kujang adalah salah satu senjata tradisional yang berasal dari Sunda. Sama seperti senjata tradisional lain pada umumnya, Kujang pun memiliki bentuk yang sangat unik serta artistic. Dari panjangnya, Kujang ini memiliki panjang yang tak jauh beda dengan keris dan rencong. Kujang memiliki bentuk yang juga unik meskipun tak terlalu besar. Selain digunakan sebagai senjata tradisional, kini kujang juga banyak dipasang sebagai pajangan di berbagai rumah. Kujang dapat dibilang memiliki bentuk yang sangat cantik karena bagian pisau tajamnya diukir sedemikian rupa.

5. Pisau Belati

Senjata tradisional selanjutnya yang dahulu sering digunakan untuk mengakahkan penjajah adalah pisau belati. Pisau belati ini tentu bukan sekedar senjata tradisional pada biasanya. Pisau ini merupakan senjata khas Papua dan terbuat daru tulang lengan burung kasuari. Bulu burung ini pun diletakkan di atas pisau belati tersebut. Selain dari tulang lengan burung kasuari, pisau ini juga dapat dibuat dari tulang kaki burung kasuari. Bahkan, dapat pula dibuat dari bambu dengan ujung yang runcing. Fungsi dari pisau belati selain untuk mempertahankan diri adalah untuk membantu proses perburuan atau ketika sedang mengambil hasil hutan. 

6. Parang Salawaku

Mungkin banyak dari anda yang masih asing dengan senjata ini ya. Namun, tidak jika anda adalah orang Maluku. Biasanya, orang Maluku akan menggunakan parang salawaku untuk melawan musuh. Salah satu pahlwan Indonesia yang menggunakan senjata ini adalah Kapiten Patimura yang menjadi pemimpin ketika perang melawan penjajah dari Belanda. Parang Salawaku memiliki bentuk yang hampir sama dengan parang lain pada umumnya. Namun, pisau parangnya lebih lebar dengan panjang yang tak lebih dari pedang. Biasanya, parang ini akan dibungkus dengan pembungkus. Filosofi ini ini adalah untuk melindungi diri dan parang tersebut.

7. Sampari

Sampari adalah sebuah senjata tradional khas dari Nusa Tenggara. Bahkan, kelompok masyarakat di Dompu dan Bima memiliki tradisi khusus untuk memberikan senjata ini kepada anak laki – laki. Proses ini dilakukan dalam sebuah upacara adat yang diberi nama Compo Sampari. Jika anak laki-laki sudah diberikan senjata ini, maka dirinya harus mengucaplan sebuah kalimat yakni mada rau raga, wau keep sarumbu. Arti dari kalimat ini adalah lelaki dewasa yang mampu menjaga dan membela dirinya sendiri.

Itulah 7 senjata tradisional yang dahulunya juga digunakan untuk membantu mengusir penjajah. Berkat tajamnya senjata tersebut serta keberanian para pahlawan, para penjajah pun dibuat lari terbirit-birit ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *